info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Darunavir/Cobicistat

10 Oktober 2014 Referensi

Apa Darunavir/Cobicistat itu?

Darunavir dan cobicistat adalah obat yang digunakan sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Darunavir juga dikenal dengan merk dagang Prezista. Darunavir diproduksi oleh Janssen Pharmaceuticals; cobicistat diproduksi oleh Gilead Sciences.

Darunavir adalah sebuah protease inhibitor. Obat ini mencegah pekerjaan enzim protease. Enzim protease HIV bekerja seperti  gunting  kimia.  Enzim  ini menggunting bahan baku HIV yang dibutuhkan untuk membentuk virus baru. Protease inhibitor merusak gunting ini.

Cobicistat (Tybost, lihat Lembaran Informasi 455) adalah sebuah obat yang digunakan untuk menguatkan tingkat obat yang dimetabolisasi oleh hati. Darunavir membutuhkan penguat seperti cobicistat atau ritonavir (Norvir, lihat Lembaran Informasi 442) sebagai bagian dari kombinasi pengobatan HIV.

Siapa   yang   sebaiknya   menggunakan kombinasi darunavir/cobicistat?

Kombinasi     darunavir/cobicistat     disetujui pada tahun 2014; darunavir disetujui pada tahun   2006   sebagai   terapi   antiretroviral (ARV)  untuk  pengobatan  HIV  bagi  orang dengan      HIV      yang      belum      pernah menggunakan pengobatan (naif) dan orang yang  berpengalaman  dengan  pengobatan dengan virus yang tidak resistan terhadap darunavir.  Obat  ini  tidak  boleh  digunakan oleh  orang  di  bawah  usia  18  tahun  atau orang dengan penyakit hati lanjut.

Terapi antiretroviral (ART) sekarang direkomendasikan untuk semua orang dengan HIV, tidak ada aturan yang mutlak mengenai kapan untuk memulai ART. Anda dan penyedia kesehatan Anda harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load dan  gejala  yang  Anda  alami,  dan  sikap Anda terhadap menggunakan ART. Lembaran Informasi 404 memiliki informasi mengenai Pedoman Nasional penggunaan ART.

Jika Anda menggunakan darunavir dengan ARV  lain,  Anda  dapat mengurangi jumlah viral load sampai ke tingkat yang sangat rendah, dan meningkatkan jumlah CD4. Ini berarti Anda dapat hidup sehat lebih lama.

Bagaimana dengan resistansi obat?

Waktu  HIV  menggandakan  diri,  sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan   aslinya.   Bibit   HIV   baru   yang berbeda    ini    disebut    dengan    mutan.

Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART, mutan   tersebut   ternyata   kebal   terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat Lembaran Informasi 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Terkadang, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’  terhadap  obat  atau  golongan obat lain. 

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Darunavir dikembangkan secara khusus untuk mengendalikan HIV yang sudah resistan terhadap protease inhibitor lain. Oleh karena itu, kemungkinan darunavir akan menunjukkan resistansi silang dengan protease lain adalah rendah.

Bagaimana obat ini digunakan?

Darunavir/cobicistat     digunakan     melalui mulut sebagai tablet. Dosis normal adalah tablet     800/150     miligram     (mg)     yang digunakan  sekali  sehari.  Obat  ini  harus digunakan dengan makanan.

Darunavir/cobicistat harus selalu digunakan dengan makanan.

Menggunakan obat ini dengan makanan meningkatkan  tingkat  darunavir  dalam darah. Jenis makanan tidak penting. Darunavir   harus   disimpan   dalam   suhu ruang.

Apa efek samping darunavir/cobicistat?

Efek    samping    umum    dari    darunavir/ cobicistat termasuk diare, sakit kepala, mual dan ruam. Efek samping yang kurang umum adalah kelelahan, rasa sakit pada otot dan sakit perut.

Darunavir belum dipelajari dengan seksama untuk pasien yang berusia lebih dari 65 tahun atau mereka dengan hepatitis B atau hepatitis  C,  atau  orang  dengan  penyakit hati. Kondisi ini harus dipantau dengan seksama. Beberapa kasus kerusakan hati berat telah dilaporkan.

Darunavir  yang  digunakan  dengan cobicistat dapat menyebabkan peningkatan  kolesterol dan trigliserida (tingkat lemak darah). Lihat Lembaran Informasi 123 untuk informasi   lebih   lanjut   mengenai   tingkat lemak dalam darah. Tingkat yang tinggi dari lemak darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Pastikan dokter Anda memeriksa tingkat lemak darah Anda sebelum   mulai   menggunakan   darunavir, dan pastikan tes dilakukan secara rutin setelah penggunaan darunavir.

Darunavir  adalah  obat  sulfa.  Jika  Anda alergi terhadap obat sulfa, pastikan Anda memberi tahu dokter Anda. Cobicistat menyebabkan peningkatan kreatinin (sebuah kimia dalam darah yang digunakan untuk mengestimasi fungsi ginjal) yang tidak terkait dengan masalah ginjal. Peningkatan ini harusnya tidak lebih tinggi dari 0.4 mg/dl.

Bagaimana darunavir/cobicistat berinteraksi dengan obat lain?

Darunavir  dengan  ritonavir  dapat berinteraksi dengan obat atau suplemen lain yang Anda gunakan. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat dalam darah dan dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan dosis. Interaksi baru sedang diidentifikasi dari waktu ke waktu.

Obat   yang   harus  diperhatikan  termasuk ARV, obat untuk mengobati tuberkulosis (lihat Lembaran Informasi 518), disfungsi ereksi  (seperti  Viagra),  antidepresan, obat untuk ritme jantung (antiaritmia) dan untuk migrain. Interaksi juga mungkin terjadi dengan penggunaan antihistamin, obat penenang, obat untuk menurunkan kolesterol, dan obat anti jamur. Pastikan dokter  Anda  mengetahui  SEMUA  obat dan suplemen yang Anda gunakan.

Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja jika Anda menggunakan darunavir. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai cara pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan.  Darunavir  menurunkan tingkat metadon dalam darah. Perhatikan tanda sedasi yang berlebihan jika menggunakan darunavir dengan buprenorfin

Jamu St. John’s Wort menurunkan beberapa kadar obat protease inhibitor dalam darah. Jangan menggunakan obat ini bersama dengan darunavir.

 

Edisi 1 Oktober 2015 berdasarkan FS 451 dari The AIDS InfoNet 10 Oktober 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia. Jl. Johar Baru Utara V No 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422 5163/8. E-mail: info@spiritia.or.id. Situs web: www.spiritia.or.id.

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http://aidsinfonet.org