info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

RILPIVIRIN

14 Februari 2014 Terapi Antiretroviral

Apa Rilpivirin Itu?

Rilpivirin adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini dibuat oleh Janssen Pharmaceuticals, dan dipasarkan dengan nama merek Edurant.

Rilpivirin termasuk golongan non- nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Obat golongan ini meng- hambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Perubahan ini harus terjadi sebe- lum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.

Siapa Sebaiknya Memakai Rilpivirin?

Rilpivirin disetujui di AS pada 2011 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang terinfeksi HIV. Rilpivirin disetujui untuk dipakai oleh orang yang baru mulai memakai obat untuk melawan HIV-nya. Obat ini paling berhasil pada Odha dengan viral load (lihat Lembaran Informasi (LI) 125) di bawah 100.000. Pada 2013, FDA-AS menyetujui kom- binasi takaran tetap (FDC) Complera, yang mengandung emtrisitabin, rilpivirin dan tenofovir dalam satu tablet, untuk dipakai sebagai pengganti oleh pasien dewasa tertentu yang stabil dengan rejimen ART lain. Obat ini tidak disetujui untuk dipakai oleh anak dan remaja.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. LI 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai rilpivirin dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART –mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Resistansi silang di antara efavirenz, delavirdin, nevirapin, etravirin dan rilpivirin (semunya NNRTI) berkembang sangat cepat. Jika kita mengembangkan resistansi terhadap salah satu obat tersebut, kemungkinan kita tidak lagi dapat memakai obat lain dari golongan ini dalam ART kita.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Rilpivirin Dipakai?

Rilpivirin dipakai sebagai tablet. Dosis harian untuk dewasa adalah 25mg. Rilpivirin harus dipakai bersamaan dengan makan. Rilpivirin tampaknya aman untuk orang dengan masalah hati atau ginjal yang ringan atau sedang.

Apa Efek Samping Rilpivirin?

Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan merasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping yang paling umum akibat rilpivirin adalah depresi, insomnia (masalah tidur) dan ruam pada kulit. Pastikan semua efek samping yang kita alami dibahas dengan dokter. Rilpivirin dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Pastikan dokter tahu bila kita terinfeksi virus hepatitis B atau C.

Bagaimana Rilpivirin Berinteraksi dengan Obat Lain?

Rilpivirin dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus- menerus diketahui.

Obat yang harus dihindari termasuk obat antiasam. Obat yang harus diper- hatikan termasuk ARV lain, termasuk semua protease inhibitor. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Rilpivirin dapat mengurangi tingkat metadon dalam darah. Namun takaran metadon umumnya tidak harus dise- suaikan. Rilpivirin belum diuji coba dengan buprenorfin.

Belum ada informasi mengenai dampak rilpivirin pada KB oral.

Ramuan St. John’s Wort (lihat LI 729) mengurangi tingkat beberapa NNRTI dalam darah. Jangan memakai ramuan ini bersamaan dengan rilpivirin.

 

Diperbarui 7 April 2014 berdasarkan FS 435 TheAIDS InfoNet 14 Februari 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: info@spiritia.or.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org