info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

FTC (EMTRISITABIN)

18 September 2013 Terapi Antiretroviral

Apa FTC Itu?

FTC (Emtriva) adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi anti- retroviral (ART). Obat ini dibuat oleh Gilead Sciences. FTC juga dikenal sebagai emtrisitabin atau emtricitabine. Juga sudah ada versi FTC generik buatan Mylan.

FTC juga aktif terhadap hepatitis B (lihat Lembaran Informasi (LI) 505).

FTC termasuk golongan analog nu- kleosida atau nucleoside reverse trans- criptase inhibitor (NRTI). Obat golong- an ini menghambat enzim reverse trans- criptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV. Siapa Sebaiknya yang Memakai FTC?

FTC disetujui pada 2003 di AS sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang terinfeksi HIV. Obat ini belum ditelitikan pada orang usia lanjut. Pada 2005, versi sirop untuk anak berusia di atas 3 bulan disetujui di AS.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai FTC dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

FTC tidak disetujui untuk dipakai terhadap infeksi hepatitis B. Beberapa orang dengan HIV mengalami hepatitis B-nya menjadi lebih buruk setelah mereka berhenti memakai FTC. Sebaik- nya kita dites untuk hepatitis B sebelum

 

kita mulai memakai FTC untuk meng- obati HIV. Bila kita hepatitis B dan berhenti memakai FTC, fungsi hati (ALT

– lihat LI 135) kita harus dipantau secara hati-hati selama beberapa bulan.

FTC adalah obat yang serupa dengan 3TC (lihat LI 415). Menurut WHO, tidak ada perbedaan yang bermakna antara FTC dan 3TC. Jadi FTC dapat diganti dengan 3TC atau sebaliknya tanpa ada risiko.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, se- bagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengem- bangkan resistansi’ terhadap obat ter- sebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengem- bangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Misalnya, bila HIV kita resistan terhadap 3TC, kemungkinan besar virus itu juga resistan terhadap FTC. Bila kita pernah memakai 3TC, sebaiknya kita melakukan tes resistansi untuk menentukan apakah FTC dapat berhasil untuk kita.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis. Bagaimana FTC Dipakai?

FTC tersedia dengan tablet 200mg. Dosis FTC yang biasa adalah 200mg sebagai satu pil sekali sehari. FTC dapat dipakai dengan makan atau dengan perut kosong.

 

Kita harus memberi tahu dokter bila kita mempunyai masalah ginjal. Orang dengan kerusakan pada ginjal mungkin harus memakai dosis FTC yang lebih rendah.

FTC juga tersedia sebagai gabungan 200mg dengan tenofovir (lihat LI 419) 300mg dalam satu pil. Nama pil ini Truvada, dipakai sekali sehari. Juga ada versi gabungan dengan tenofovir dan efavirenz (LI 432) 600mg dalam satu pil. Nama pil ini Atripla, juga dipakai sekali sehari.

Apa Efek Samping FTC?

Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan terasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping FTC yang paling umum adalah sakit kepala, diare, mual, dan ruam (luka pada kulit). Tingkat asam laktik dalam darah (lihat LI 556) meningkat pada beberapa orang yang memakai analog nukleosida. Masalah hati, ter- masuk “hati yang berlemak” juga dapat terjadi – lihat LI 525. Dapat pula terjadi perubahan yang terbatas pada warna kulit tetapi ini jarang terjadi.

Bagaimana FTC Berinteraksi dengan Obat Lain?

FTC dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai

– lihat LI 407. Interaksi ini dapat meng- ubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan meng- akibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus dike- tahui. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai. Namun belum diketahui interaksi yang bermakna antara FTC dan ARV lain. Oleh karena FTC serupa dengan 3TC, tidak ada manfaat bila kedua obat ini

dipakai bersamaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diperbarui 7 April 2014 berdasarkan FS 420 The

AIDS InfoNet 18 September 2013

 

 

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: info@spiritia.or.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org