Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Koinfeksi HIV Umum

Hepatitis

Ada beberapa infeksi yang sering dialami bersamaan dengan HIV, terutama karena infeksi tersebut menular melalui cara yang serupa dengan HIV, atau karena infeksi tersebut mempunyai prevalensi tinggi pada daerah yang rawan HIV.

Hepatitis virus adalah salah satu koinfeksi yang paling sering ditemukan pada Odha di Indonesia. Dua virus hepatitis, hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV), sangat mudah menular melalui penggunaan jarum suntik dan alat lain secara bergantian, dan hal ini sering terjadi di Indonesia antara pengguna narkoba suntikan. Hingga 90% Odha yang terinfeksi HIV melalui jarum suntik juga terinfeksi HBV dan/atau HCV.

TB

TB adalah alasan kematian kebanyakan Odha. Walaupun sering dianggap infeksi oportunistik, Namun TB dapat diobati dan disembuhkan dengan obat yang tersedia gratis. TB dapat terjadi sebelum sistem kekebalan tubuh menjadi sangat rusak, dan sering pada tahun pertama orang hidup dengan HIV.

Di Indonesia, pengobatan untuk TB terutama dilakukan pada puskesmas, sementara pengobatan untuk HIV umumnya dilakukan pada tingkat rumah sakit pusat. Walaupun semakin banyak rumah sakit terlibat dalam pengobatan untuk TB, hal ini sering dilakukan pada klinik TB, dan jarang ada hubungan baik dengan klinik HIV. Untuk meningkatkan layanan pada Odha dengan TB, serta pasien TB yang dicurigai HIV, sangat penting klinik tersebut dipadukan di bawah satu atap.

Malaria

Ada semakin banyak bukti bahwa ada kaitan antara HIV dan malaria, tetapi bentuk dan tingkat interaksi ini belum jelas. Yang jelas, bila seorang perempuan terinfeksi HIV mengalami malaria waktu hamil, hal ini akan meningkatkan kemungkinan bayinya tertular dalam rahim.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Ada beberapa interaksi antara IMS dan HIV. Ada jelas bahwa IMS yang menimbulkan lesi/luka pada alat kelamin akan membantu HIV masuk ke aliran darah, dengan begitu meningkatkan kemungkinan penularan HIV. Tetapi juga ada semakin banyak bukti bahwa beberapa IMS, terutama herpes simpleks, dapat mempengaruhi kelanjutan infeksi HIV.

Berita:

Vaksin flu kurang menanggapi pada orang dengan HIV–namun para ahli masih merekomendasikan vaksinasi (1 September 2010)
Mengobati koinfeksi dapat menurunkan viral load HIV, mengurangi risiko penularan dan memperbaiki prognosis (14 Oktober 2008)
Kaitan antara ARV dan kusta (24 Oktober 2006)

Edit terakhir: 25 April 2007