Informasi Dasar mengenai Pencegahan
Bagian ini tidak akan membahas masalah pencegahan umum – ada banyak situs yang menjelaskan hal ini. Topik ini lebih untuk membahas masalah Pencegahan untuk Odha, agar Odha dapat menghidupkan prakarsa HIV Stop di Sini.
Pencegahan yang dibahas di sini termasuk pencegahan infeksi setelah pajanan (peristiwa yang mungkin dapat menyebabkan penularan), yang disbebut sebagai Profilaksis Pascapajanan atau PPP. Pajanan tersebut dapat terjadi akibat kecelakaan, misalnya pada petugas layanan kesehatan yang tertusuk oleh jarum suntik bekas pakai. Pajanan itu juga dapat terjadi antara Odha dan pasangannya yang HIV-negatif bila dalam hubungan seks tiba-tiba kondom bocor. Kemungkinan peristiwa macam ini menularkan HIV dapat dikurangi dengan penggunaan terapi antiretroviral tertentu segera setelah pajanan.
Saat ini juga ditelitikan cara untuk mencegah infeksi sebelum pajanan yang akan terjadi, yang disebut sebagai Profilaksis Prapajanan atau PrPP. Hal ini mungkin bermanfaat untuk pasangan diskordan (satu HIV-positif, yang lain negatif) yang ingin membuat anak dengan cara melepaskan kondom. PrPP masih dalam penelitian dan belum disetujui, tetapi menawarkan harapan yang cukup besar.
Lihat Lembaran Informasi:
152 Berapa Tingkat Risiko?
166 Daya Menular
Berita:
Pasangan studi di Uganda tidak menemukan infeksi HIV pada pasangan yang menggunakan ART (18 Februari 2013)
Kondom digunakan dalam satu dari empat hubungan seks heteroseksual di AS (17 Februari 2013)
Sunat tidak memberikan perbedaan pada infeksi HIV di antara laki-laki gay di Inggris (14 Februari 2013)
Rejimen antiretroviral ‘intensif’ mencapai penekanan HIV yang sangat cepat dalam cairan mani (6 Februari 2013)
Dapatkah jarum suntik volume rendah dapat mengakhiri penularan HIV dan HCV di antara orang yang menggunakan napza? (24 Januari 2013)
Kondom yang diberi nanopartikel perak menonaktifkan HIV dan herpes (8 November 2012)
Kerusakan sel yang disebabkan oleh penggunaan pelumas tidak meningkatkan risiko HIV (7 November 2012)
Cincin vagina mungkin lebih efektif dibandingkan gel dalam mencegah HIV (16 Oktober 2012)
Bukti sementara dari keberhasilan pengobatan sebagai pencegahan di Prancis Utara (4 September 2012)
Kelompok dokter anak di AS melihat manfaat sunat bayi (28 Agustus 2012)
Sunat laki-laki tidak membuat perbedaan yang besar pada insidensi HIV di antara laki-laki di Karibia (28 Agustus 2012)
Tiga perempat dokter di AS mau meresepkan pengobatan HIV dini untuk pencegahan (20 Agustus 2012)
Cincin vagina dengan mikrobisida memasuki studi klinis skala besar (8 Agustus 2012)
Kombinasi beberapa pendekatan pencegahan bisa memiliki dampak yang besar terhadap epidemi HIV di China (7 Agustus 2012)
Studi menunjukkan bahwa penggunaan darunavir/ritonavir dan etravirine dalam pencegahan masuk akal secara biologis (13 Juni 2012)
Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan peta rute untuk peningkatan skala pengobatan sebagai pencegahan (11 Juni 2012)
Pasangan heteroseksual Kenya ingin pilihan metode pencegahan dengan ARV (23 Mei 2012)
Terapi antiretroviral dapat menstabilkan epidemi HIV di antara pria gay Denmark (22 Mei 2012)
Kondom perempuan adalah cara yang efektif biaya untuk mencegah infeksi HIV (3 April 2012)
Pengobatan sebagai pencegahan mulai bekerja di sebagian daerah Afrika (18 Maret 2012)
CROI: Tinjauan konferensi menyoroti pencegahan biomedis (6 Maret 2012)
Apakah pengobatan sebagai pencegahan membuat perbedaan pada epidemi Inggris? (1 Maret 2012)
Gilead meminta persetujuan FDA untuk Truvada sebagai pencegahan HIV (16 Desember 2011)
Gel mikrobisida gagal untuk bekerja di percobaan internasional besar (25 November 2011)
Gel mikrobisida tenofovir dapat mencegah herpes kelamin selain infeksi HIV (25 Oktober 2011)
Ahli panel memilih “pembelian terbaik” untuk pencegahan HIV (29 September 2011)
Pengobatan sebagai pencegahan bekerja: studi acak dihentikan tiga tahun lebih dini karena pengurangan 96% dari penularan HIV (12 Mei 2011)
Studi: Pengobatan ARV mengurangi 96% penularan HIV (12 Mei 2011)
Manfaat jangka panjang dari sunat untuk pencegahan HIV (11 Maret 2011)
Lima tahun dari percobaan mengenai sunat, 9 dari 10 peserta disunat dan angka kejadian HIV dua pertiga kali lebih rendah (28 Februari 2011)
Penemuan tentang HIV dapat mengarah ke pendekatan pencegahan dan pengobatan baru (26 Januari 2011)
Mikrobisida baru dari Population Council melindungi terhadap HIV selama 24 jam pada kera (6 Januari 2011)
Sebagian besar laki-laki gay dan biseksual di seluruh dunia sulit mendapatkan akses ke layanan pencegahan HIV (30 November 2010)
FDA mempercepat persetujuan untuk gel tenofovir sebagai pencegahan HIV (28 Oktober 2010)
FDA akan memberikan jalur cepat untuk persetujuan gel tenofovir (27 Oktober 2010)
Studi pemodelan: tidak menggunakan kondom setelah tes viral load lebih aman daripada penggunaan kondom intermiten (7 Oktober 2010)
Calon mikrobisida HIV baru memiliki ciri unik (20 Agustus 2010)
Manfaat perlindungan dari sunat bertahan selama lima tahun di Afrika, pria gay di San Francisco tidak bersemangat (3 Agustus 2010)
Pencegahan gagal menargetkan LSL ketika mereka masih muda (29 Juli 2010)
Strategi pencegahan perlu menargetkan baik infeksi HIV kronis maupun infeksi awal (26 Juli 2010)
Mikrobisida mengurangi risiko infeksi herpes kelamin sebanyak separuh dan sepertinya aman (21 Juli 2010)
Gel mikrobisida berbasis tenofovir mengurangi risiko infeksi pada perempuan sebesar 39% (19 Juli 2010)
Enam golongan obat yang ada sekarang sedang diuji sebagai mikrobisida (23 Mei 2010)
Program pencegahan HIV selama kunjungan klinik mengurangi perilaku berisiko (22 April 2010)
Penelitian mengungkapkan bagaimana HIV menginfeksi selama hubungan seks, menuju pencegahan yang lebih baik (13 April 2010)
Pencegahan HIV berbasis klinik efektif dalam mengurangi perilaku risiko (24 Maret 2010)
Pengobatan sebagai pencegahan tidak boleh melanggar HAM (21 Juli 2009)
Petunjuk risiko penularan HIV secara seksual di antara orang yang mengunjungi pusat layanan HIV di Thailand (4 Mei 2009)
Sunat pada laki-laki tidak melindungi terhadap IMS pada saluran kencing (31 Desember 2008)
Sunat melindungi laki-laki terhadap HPV (31 Desember 2008)
Hasil awal penelitian skala besar pada prakarsa pencegahan HIV tingkat komunitas memberi harapan (4 Desember 2008)
Kegiatan seks selain hubungan seks insertif berisiko terhadap HIV dan IMS lain (4 September 2008)
Jel estrogen dapat melindungi sel kulup terhadap HIV (10 Juni 2008)
Kian banyak, kian cepat orang mulai ART, kian banyak infeksi baru yang dicegah (11 Juni 2008)
Para peneliti menentukan 273 protein manusia yang berperan terhadap penularan dan pengembangan HIV (11 Januari 2008)
Reaksi kelompok advokasi HIV/AIDS, ilmuwan terhadap anggapan Swiss tentang ART, penularan HIV (31 Januari 2008)
Odha dengan viral load tidak terdeteksi dan tanpa IMS tidak dapat menular HIV melalui hubungan seks (30 Januari 2008)
Kandungan dalam air mani mendukung infeksi HIV ‘secara luar biasa’ (24 Desember 2007)
Orang yang baru terinfeksi mengubah perilaku berisiko setelah diagnosis (6 Desember 2007)
Orang dengan viral load HIV sedang lebih mungkin menularkan virus (24 Oktober 2007)
Asiklovir untuk mencegah infeksi HIV? (10 September 2007)
Mencuci penis segera setelah seks meningkatkan risiko HIV pada laki-laki yang tidak disunat (21 Agustus 2007)
Penilaian dirinya sendiri mungkin mengurangi risiko pasien HIV (17 Juli 2007)
Mendesak pasangan memakai kondom: sulit untuk perempuan HIV-positif (2 Juli 2007)
Zackie Achmat: “Bersatu dalam pencegahan HIV” (25 Mei 2007)
HIV dalam cairan vagina cepat menurun setelah perempuan memulai ART (19 Februari 2007)
Sunat tidak meningkatkan seks berisiko di Kenya (15 Januari 2007)
Edit terakhir: 14 Oktober 2007