| Herpes pada kehamilan | Unduh versi PDF |
Herpes dan kehamilan
Perempuan dengan herpes kelamin
Perempuan tidak terinfeksi herpes simpleks
Kehamilan dan obat antiviral
Untuk pasangan ibu hamil
Namun ada kewaspadaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan dari ibu-ke-bayi.
Kurang dari 0,1% bayi terlahir di AS setiap tahun mendapatkan herpes saat lahir. Sebaliknya, kurang lebih 25-30% ibu hamil terinfeksi herpes simpleks. Hal ini berarti kebanyakan perempuan dengan herpes simpleks melahirkan bayi yang sehat. [Tidak tersedia angka untuk Indonesia]
Bayi paling berisiko tertular herpes neonatus bila ibunya sendiri tertular herpes simpleks pada akhir masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ibu yang baru tertular belum memiliki antibodi terhadap virus, sehingga tidak ada perlindungan untuk bayi saat lahir. Tambahan, infeksi herpes baru sering aktif, sehingga ada kemungkinan yang lebih tinggi bahwa virus akan timbul di saluran kelahiran saat melahirkan.
Seorang perempuan yang terinfeksi herpes simpleks sebelum hamil memiliki risiko sangat rendah menularkan virusnya ke bayinya. Hal ini karena sistem kekebalan membuat antibodi yang dialihkan pada bayi melalui plasenta. Walau herpes menjadi aktif di saluran kelahiran saat melahirkan, antibodi tersebut melindungi bayi. Tambahan, bila ibu itu mengetahui dia terinfeksi herpes simpleks, dokter atau bidan dapat mengambil langkah untuk melindungi bayi.
Herpes neonatus dapat menyebabkan infeksi yang berat, mengakibatkan kerusakan yang menahun pada susunan saraf pusat, perlambatan mental, atau kematian. Pengobatan, bila diberi secara dini, dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan menahun, tetapi bahkan dengan pengobatan antiviral, infeksi ini berdampak buruk pada kebanyakan bayi.
Perempuan dengan herpes kelamin
Bila kita hamil dan terinfeksi herpes simpleks, kita mungkin takut akan risiko menularkannya pada bayi kita. Sebetulnya risiko itu sangat amat rendah – terutama bila kita sudah agak lama terinfeksi herpes. Langkah berikut dapat membantu mengurangi risikonya menjadi lebih rendah lagi.
Perempuan tidak terinfeksi herpes simpleks
Risiko tertinggi herpes neonatus terjadi pada bayi bila ibunya tertular herpes simpleks pada akhir kehamilan. Walau jarang, hal ini memang terjadi, dan dapat menyebabkan penyakit yang berat, bahkan gawat, pada bayi. Cara terbaik untuk melindungi bayi kita adalah untuk mengetahui fakta mengenai herpes simpleks serta bagaimana melindungi dirinya. Langkah pertama yang mungkin adalah mengetahui apakah kita sudah terinfeksi virus itu, dengan melakukan tes untuk virus tersebut.
Bila hasil tes herpes simpleks adalah negatif, tetapi pasangan kita terinfeksi, kita dapat tertular bila kita tidak mengambil langkah untuk mencegah penularan. Langkah berikut dapat melindungi kita dari infeksi selama kehamilan.
Bila kita mengalami gejala kelamin, atau ada risiko kita terpajan pada herpes simpleks, langsung memberi tahu dokter kandungan atau bidannya. Namun, kita harus sadar bahwa herpes dapat tidur selama bertahun-tahun. Yang tampaknya infeksi baru kadang kala adalah yang lama, dan menimbulkan gejala untuk pertama kali. Bahas cara terbaik untuk melindungi bayi dengan dokter.
Bila seorang ibu hamil terlanjur terinfeksi herpes simpleks baru selama triwulan terakhir, banyak dokter meresepkan obat antiviral. Bila ada luka atau gejala prodrom pada saat persalinan, kelahiran dengan bedah sesar adalah cara yang paling aman untuk mencegah agar bayi tidak terkena virus di saluran kelahiran. Bila infeksi terdapat pada akhir kehamilan, banyak dokter akan mengusulkan bedah sesar walau tidak ada luka.
Walau jarang, bayi dapat mengalami herpes neonatus setelah kelahiran. Infeksi tersebut hampir selalu disebabkan ciuman oleh seorang dewasa dengan herpes mulut yang aktif, sering dengan luka di sebelah mulut. Untuk melindungi bayi kita, jangan menciumnya bila kita mempunyai luka herpes di mulut, dan minta agar orang lain dalam keadaan yang sama tidak mencium bayi kita. Bila kita mempunyai luka herpes pada mulut, cuci tangan sebelum menyentuh bayi.
Banyak perempuan agak ragu dengan penggunaan obat antiviral selama kehamilan untuk menekan jangkitan pada triwulan terakhir. Belum ada obat yang disetujui untuk mengobati herpes dalam keadaan ini. Walau demikian, asiklovir dipakai oleh beberapa dokter untuk mengobati perempuan dengan herpes kelamin pada akhir kehamilan. Penelitian kecil memberi kesan bahwa asiklovir yang dipakai setiap hari pada bulan terakhir kehamilan akan mencegah jangkitan, dan oleh karena itu mengurangi kebutuhan akan bedah sesar, tetapi beberapa ahli tetap ragu mengenai keamanan janin terpajan obat ini.
Sekarang, produsen asiklovir tidak mengusulkan penggunaannya selama kehamilan. Dari sisi lain, produsen ini melacak pengalaman beberapa ratus ibu yang memakai obat ini selama kehamilan, beberapa tidak sengaja, dan bukti sampai saat ini memberi kesan bahwa asiklovir tidak terkait dengan risiko cacat janin yang lebih tinggi atau dampak buruk pada kehamilan. Berdasarkan data ini, penggunaan pengobatan rumatan harian selama bulan terakhir kehamilan menjadi semakin lazim.
Bila pasangan kita hamil, dan dia tidak terinfeksi herpes kelamin, kita dapat membantu memastikan bahwa bayinya aman dari infeksi. Kita sebaiknya melakukan tes untuk herpes simpleks. Ingat, banyak orang terinfeksi herpes simpleks, dan kebanyakan tidak bergejala. Bila kita terlanjur terinfeksi, ikuti pedoman berikut untuk melindungi pasangan selama kehamilan.
Artikel asli: LEARN ABOUT HERPES > Pregnancy
Edit terakhir: 25 Mei 2009