Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Meninggal dengan Baik

Tujuan Penting bagi Layanan Kesehatan dan Kita Semua

Oleh Richard Smith, Redaktur British Medical Journal

Seni hidup yang baik dan meninggal dengan baik adalah satu” Epicurus

Kematian adalah satu satu kondisi yang kita rancang; kematian adalah bagian dari kita. Tugas terus menerus dari hidup kita adalah membangun kematian kita” Montaigne

Apakah kita siap mati? Jika tidak, sebaiknya kita memulai beberapa persiapan. Setiap pembaca akan meninggal dalam abad ini, dan kematian terus-menerus berada di samping kita. Montaigne mendesak, “Orang sebaiknya selalu siap untuk meninggal.” Namun, ini belum menjadi sikap pada 50 tahun terakhir, dan bahkan obat modern berani mengesankan secara implisit, jika tidak secara eksplisit, kematian dapat ditunda. Jika kematian dipandang sebagai kegagalan daripada sebagai suatu bagian penting dari hidup, maka orang akan beralih dari mempersiapkan diri untuk kematian dan ilmu kedokteran tidak akan memberikan perhatian yang seharusnya untuk membantu orang meninggal dengan baik. Kita memerlukan pendekatan baru terhadap kematian, dan perdebatan tentang usia pada orang-orang yang lebih tua memberikan panggilan yang lebih keras bunyinya: “Kami percaya inilah waktunya untuk memecahkan tabu dan mengambil kembali kendali terhadap masalah (kematian) yang telah dimediskan, diahlikan, dan disucihamakan sehingga sekarang menjadi asing bagi sebagian besar kehidupan orang.”

Tentu saja, untuk membawa kematian kembali pada pusat kehidupan, bukan hal yang baru. Ivan Illich mencari riwayat kematian dalam kritiknya tentang obat modern, Limits to Medicine.Kematian yang dilukiskan pada tembok makam di Paris, Perancis pada tahun 1424 menunjukkan masing-masing karakter menari dengan kematiannya sendiri selama hidupnya. Salah satu dari buku pertama yang diterbitkan oleh William Caxton, pencetak pertama Inggris, adalah buku pedoman mengenai bagaimana meninggal dunia. Buku ini tetap terlaris selama dua abad. Baru setelah gerakan reformasi, kematian di Eropa menjadi mengerikan, dan Francis Bacon adalah yang pertama mengesankan bahwa dokter dapat menahan kematian. Sebelumnya dokter Arab dan Yahudi berpikir adalah penghinaan terhadap Tuhan oleh dokter untuk mencoba mengganggu kematian. Bagi Paracelsus kematian adalah “kembali ke rahim.” Meskipun demikian, kematian menjadi dimediskan, mungkin mencapai puncaknya dengan kematian yang diperpanjang dari diktator Spanyol, Jenderal Franco, yang dilaporkan secara seksama oleh media massa. Sebagian besar orang di Inggris saat ini meninggal di rumah sakit, walaupun mereka mengatakan lebih memilih meninggal di rumah, dan kematian yang tidak manusiawi di unit gawat darurat (UGD) adalah kematian yang paling modern.

Namun, ajakan dari perdebatan tentang usia tampaknya menjadi bagian dari kecenderungan yang lebih luas untuk menghilangkan tabu pada kematian. Elisabeth Kubler-Ross, Cicely Saunders, dan pelopor perawatan paliatif lain telah mengusulkan selama 30 tahun agar perawatan khusus harus ditawarkan kepada orang yang sedang sekarat. Namun, adalah sesuatu yang berlawanan tentang menciptakan bidang khusus untuk melayani sesuatu yang terjadi kepada kita semua. Kecenderungan sekarang adalah pelajaran yang diambil oleh dokter perawat paliatif disebarkan kepada setiap orang. Kita telah melihat bagian awalnya melalui laporan kematian yang jujur oleh wartawan, gambaran seseorang yang meninggal di televisi, dan buku pedoman mengenai meninggal dengan baik.

Tetapi apakah keadaan yang disebut mati di Inggris saat ini? Sayang, tidak seorang pun dapat menjawab pertanyaan itu dengan pasti. Kita mempunyai statistik yang dapat dipercaya dan rinci tentang harapan hidup, usia saat meninggal, serta tempat dan penyebab kematian, tetapi kita hanya tahu sedikit tentang pengalaman kematian. Bagi sebagian kecil orang yang meninggal di bawah perawatan tim perawat paliatif kematiannya mungkin baik, tetapi ada kecurigaan bahwa sebagian besar orang yang meninggal di rumah sakit atau di panti jompo adalah pengalaman buruk. Koran-koran penuh dengan anekdot tentang kematian yang buruk di rumah sakit di Inggris, dan survei yang diterbitkan di British Medical Journal (BMJ) pada tahun 1994 menunjukkan bahwa perawatan untuk orang yang sekarat di rumah sakit adalah buruk. Penelitian ini dilakukan pada tahun 1983, dan surat pembaca setelah pemberitaan tersebut memperdebatkan apakah penemuan yang suram ini masih tetap benar.

Asas Mati yang Baik

Perdebatan mengenai apakah orang meninggal dengan buruk atau baik, tentu saja tergantung pada definisi meninggal dengan baik. Jelas ini lebih dari bebas dari rasa sakit, dan tiga pokok yang secara tetap muncul dalam perdebatan adalah kendali, otonomi, dan kemandirian. Penulis dari laporan akhir tentang The Future of Health and Care of Older Peoplemenunjukkan 12 asas meninggal dengan baik berikut ini:

Ini adalah asas yang baik sekali dan tentu sebaiknya digabungkan dalam rencana individu, kode profesional, dan tujuan lembaga dan seluruh layanan kesehatan. Sekarat dan kematian tercakup di dalam standar perawatan nasional di Inggris, dan jelas kita perlu memantau bagaimana orang meninggal.

Tetapi tidak semuanya difokuskan pada proses sekarat. Kematian harus lebih dibawa ke dalam kehidupan, dan laporan juga menganjurkan bagaimana ini dapat dilakukan. Satu saran adalah memasukkan pendidikan kematian ke sekolah-sekolah. Lainnya adalah memperbaiki mutu dan yang bersangkut-paut dengan pemakaman. National Funerals College telah memperkenalkan Dead Citizen’s Charter, dan organisasi ini mengecam banyak pemakaman modern yang terlalu “munafik, birokratik, menjemukan, tidak mengenal orang, dan tergesa-gesa.” Pemakaman yang baik merupakan pengalaman yang memperkuat jiwa, dan saya sarankan Anda untuk memikirkan pemakaman Anda sekarang. “Berikan jalan bagi yang lain,” saran Montaigne, “sebagaimana orang lain melakukan untuk Anda. Bayangkan rasa sakitnya bila hidup bertahan untuk selamanya.”

Sumber: British Medical Journal, 15 Januari 2000

Edit terakhir: 28 Desember 2006