Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Mendukung pendampingLogo Acrobat Unduh versi PDF

Buklet mengenai penanganan stres pada orang yang merawat Odha

Ketegangan orang yang merawat Odha sangat berat. Semakin matang epidemi ini, layanan kesehatan di banyak negara semakin kewalahan untuk menanggulanginya, dan semakin banyak ketegangan dipikul oleh pendukung awam dalam keluarga dan masyarakat. Orang ini merupakan sumber daya berharga. Mutu perawatan yang mereka berikan dan kemampuan untuk melakukannya terus-menerus tergantung pada perlindungan kesejahteraan dan semangat juang. Tetapi, walaupun asas ini dikenal dengan baik, dukungan untuk pendamping jarang diberikan prioritas sebagaimana mestinya, dan burnout (jenuh) menjadi masalah yang berat. Jadi, apa yang seharusnya dilakukan oleh program perawatan untuk Odha agar memperkecil stres dan burnout?

Untuk mencari jawaban atas pertanyaan ini, sebuah konsultan UNAIDS mengunjungi organisasi pendukung AIDS (AIDS support organization/ASO) di Uganda dan Afrika Selatan untuk mewawancarai sejumlah orang antara lain: pemimpin dan pengawas tim perawatan; perawat pada staf ASO; relawan dalam masyarakat, pendamping utama dalam keluarga; dan perorangan dengan keahlian dalam bidang ini. Tujuannya adalah untuk:

Siapa pendamping itu?

Pada tingkat keluarga, beban perawatan terutama dipikul oleh perempuan dan anak perempuan. Namun, AIDS menentang sikap tradisional, dan laki-laki lebih sering sanggup melakukan perawatan fisik dari pasangannya dan anggota keluarganya yang sakit. Pendamping yang paling sedikit diakui di dalam rumah tangga adalah anak-anak. Bila salah satu orang tua meninggal dunia dalam keluarga, sering kali tidak ada selain anak yang dapat mengurus orang tua lainnya yang jatuh sakit. Tidak diketahui berapa anak di Uganda dan Afrika Selatan bertindak sebagai perawat utama, tetapi ini akan menjadi lebih umum sejalan dengan semakin matangnya epidemi ini hanya karena AIDS tertuju pada generasi orang tua.

Tulang punggung program perawatan dalam masyarakat untuk Odha adalah relawan. Beberapa adalah relawan “tidak resmi” – teman atau tetangga yang merawat orang sakit yang mereka kenal atas perasaan cinta atau kewajiban. Atau mereka adalah orang, seperti anggota gereja, yang memberikan waktunya untuk layanan masyarakat. Tetapi, jumlah terbesar orang yang bekerja untuk program perawatan AIDS adalah relawan “resmi”, yang dilibatkan, dan diawasi oleh organisasi yang mempekerjakan mereka berdasarkan kesepakatan.

Sebagian besar organisasi AIDS yang dikunjungi hanya mempunyai kelompok ahli perawatan yang kecil pada stafnya. Pegawai ini mungkin bekerja secara langsung dengan klien dan keluarga, tetapi tanggung jawab utamanya adalah melibatkan, melatih, dan mendukung perawat sukarela dalam masyarakat.

Praktisi kesehatan yang paling banyak dikunjungi di seluruh Afrika adalah dukun tradisional. Namun, hanya ada sedikit pengakuan resmi tentang pentingnya mereka dalam masyarakat, dan umumnya dukun tradisional merawat Odha tanpa latihan atau dukungan dari LSM atau layanan kesehatan resmi.

Penyebab stres

Kebanyakan stres yang dialami oleh pendukung adalah karena sifat dasar pekerjaan itu – kenyataan bahwa mereka menghadapi penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang membunuh terutama kaum muda, menyebabkan penderitaan yang buruk sekali dan sangat distigmatisasi. Tetapi, stres mungkin juga disebabkan oleh faktor organisasi – cara program perawatan dirancang dan diatur. Penyebab stres yang paling umum dilaporkan di antara pendukung yang bekerja dalam program AIDS meliputi:

Di samping banyaknya penyebab stres ini, perawat pada tingkat keluarga mungkin menderita:

Mengatasi stres dan burnout

Laporan ini mengamati mekanisme penanggulangan pribadi sebelum menjelaskan strategi yang digunakan oleh organisasi AIDS untuk menghadapi stres dan burnout di antara staf dan perawat sukarela. Pelajaran dan pengamatan dari lapangan meliputi:

[Catatan: Buku kecil UNAIDS 60 halaman berjudul ‘Caring for carers’ dapat didownload dalam format PDF (995kb) dari http://data.unaids.org/Publications/IRC-pub02/jc717-caringcarers_en.pdf  atau diperoleh dari UNAIDS. Hubungi Spiritia sekiranya terjadi kesulitan.]

Artikel asli: Executive Summary, ‘Caring for Carers’, UNAIDS, Mei 2000

Edit terakhir: 29 April 2007