info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Merawat Dirimu Dengan Hal-hal Positif

13 Desember 2019, 484 kali dilihat Blog

Bagi sebagian orang Indonesia, Self-Care mungkin terdengar selfish atau egois karena mindset orang Indonesia yang lebih mengutamakan orang lain terlebih dahulu dibandingkan diri sendiri. Kamu akan merasa egois jika tidak menempatkan orang lain terlebih dahulu.

Well, kalau diartikan secara langsung, Self-Care adalah perawatan terhadap diri sendiri. Terdengar biasa aja memang, atau mungkin kamu malah merasa aneh? Hayoo, jangan-jangan kamu malas mandi, ya? Ya mandi termasuk perawatan diri sendiri. Tapi merawat diri sendiri bukan hanya sebatas apa yang terlihat di luar, penampilan memang penting, terutama bagi kamu yang memang memiliki tampilan fisik di atas rata-rata (tampan atau cantik?). Merawat diri sendiri juga sangat berhubungan dengan emosional dan cara berpikir kamu; menentukan mana yang lebih prioritas untuk kamu, terutama bagi kesehatan diri kamu sendiri baik itu fisik atau mental kamu, atau bagaimana kamu memprediksi yang akan terjadi pada diri kamu sendiri di masa depan.

Lalu bagaimana cara kamu memulai merawat diri sendiri?

Coba Katakan “TIDAK” sebagai jawaban kamu

Kita mungkin sering diminta tolong oleh orang-orang disekitar kita, tetapi ada deadline yang menanti, apakah kamu akan menyelesaikan deadline atau membantu orang lain terlebih dahulu?. Kalau jawaban kamu membantu orang lain dahulu, mungkin ada baiknya kamu mulai memikirkan dampaknya bagi kamu sendiri, mungkin bagi pekerjaan kamu, bagi kesehatan kamu, atau bagi kebaikan emosional kamu karena harus dikejar-kejar deadline yang sudah sangat mepet. Situasinya gak harus berlatar belakang pekerjaan, bisa juga yang berkaitan dengan financial kamu. Berkata tidak pada orang-orang disekitar kamu bukan berarti kamu egois, kamu juga harus dapat melihat sisi lain, bahwa kamu juga membutuhkan diri kamu sendiri.

Punya pendorong/penyemangat

Ada apa dengan pendorong? Ya bukan hanya teman yang mampu membangkitkan kembali semangat kamu, kamu sebagai individu juga penting memiliki pendorong yang munculnya dari dalam diri sendiri, misalnya kata-kata bijak yang kamu temukan dibuku dan ternyata sangat menggugah motivasi kamu sendiri, catat kata-kata tersebut dan jadikan penyemangat terus menerus seperti kamu jadikan status WhatsApp setiap hari atau kamu jadikan status facebook disaat kamu merasa down. Pendorong atau penyemangat ini sangat penting jika kamu memang benar-benar tidak dapat menemukan jawaban dari masalah kamu dari orang lain, dan hanya diri kamu sendiri yang dapat menyelesaikannya.

Kamu yang tahu diri kamu sendiri

Coba deh kamu perbanyak “berkaca” pada diri kamu sendiri dimana kamu merasa kurang, dimana kamu harus mengurangi, kamu harus melihat ke dalam diri kamu sendiri apakah kamu sudah cukup mampu melewati tantangan kamu sendirian? Cobalah urutkan satu per satu tantangan yang kamu hadapi, urutkan dari yang dapat kamu lalui sendiri lalu yang mungkin kamu tidak dapat lalui sendiri. Saat kamu menghadapi tantangan sulit yang harus diselesaikan kamu sendiri, jangan memaksakan diri lari dari tanggung jawab dengan membantu orang lain.

Banyak menghela nafas

Bagaimana kamu melepaskan amarah? Kadang kita marah-marah hingga tak terkendali, atau menahan amarah sampai sakit di dada. Mengehela napas dan berpikir positif dapat mengurangi pikiran negative dan menghindari kamu mengambil keputusan yang salah.

Cobalah “meramal” diri kamu

Nggak, bukan kamu pergi ke “Orang Pintar”, tapi cobalah melihat diri kamu sendiri beberapa saat dan memprediksi apa yang akan terjadi dengan konsekuensi pilihan kamu, kalau kamu merasa sakit, apakah kamu harus berobat ke dokter atau jalan-jalan mengurangi penat karena kamu merasa banyak tantangan yang dihadapi. Cobalah melihat dari banyak sisi dan prediksikan apa yang akan terjadi dalam waktu dekat atau jauh.

Berdamai dengan pikiran

Apakah kamu punya pikiran buruk dengan seseorang sehingga kamu sangat membencinya? Jangan lakukan hal-hal seperti itu, kamu harus mencoba dapat memaafkan segala kesalahan yang pernah orang lain lakukan, secepat pikiran buruk melintas, secepat itu pula kamu harus segera menghapusnya. Pikiran-pikiran buruk dapat mengganggu kinerja dan juga kesehatan emosional kamu. Begitupun dengan kesalahan yang pernah kamu perbuat, kamu harus mencoba memaafkan diri sendiri dan mencoba move on dari kesalahan masa lalu, tetapi jangan menghindar, jika memang bisa kamu selesaikan, kamu harus segera menyelesaikan dan mencoba untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di waktu yang lain.

Menghadiahi diri sendiri

Apakah kamu merasa banyak yang kamu lakukan, banyak pencapaian yang kamu lakukan tapi kamu merasa ada yang kurang? Cobalah me-reward diri kamu sendiri, atas apa yang menjadi pencapaian kamu, sehingga kamu termotivasi untuk lebih baik lagi, kamu juga bisa mehargai jerih upaya kamu dengan memuji diri sendiri, gak aneh kok, kalau memang kamu lebih patuh dengan diri sendiri dibanding dengan aturan yang dibuat orang lain, kenapa tidak kamu memuji dan me-reward diri kamu sendiri.

Setelah kamu mencoba mengutamakan diri kamu sendiri dalam hal emosional, kamu juga harus memikirkan fisik kamu sebagai bagian dari merawat diri kamu. Karena dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

Menyatu dengan diri sendiri

Apaan? Jangan bingung loh, dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang kamu suka (dan mungkin banyak kamu tinggalkan karena kesibukan) kamu dapat mengembalikan diri kamu yang mungkin kamu merasa hilang. Kamu dapat kembali menyegarkan diri kamu atau mungkin malah memperbaiki rasa percaya diri kamu yang hilang karena terlalu banyak tantangan yang kamu hadapi sendirian.

Aktifitas Fisik atau Penampilan?

Kalau kamu bangga dengan kondisi tubuh kamu, berarti kamu harus memulai menampilkan yang terbaik dari diri kamu, memperbaiki penampilan jika memang kamu merasa kurang. Atau jika kamu gak pede dengan kondisi tubuh kamu yang sekarang, mungkin aktifitas fisik dapat memperbaiki kondisi fisik kamu dan merubah penampilan kamu sehingga kamu benar-benar mampu menyayangi diri kamu sendiri. Kamu harus yakin dengan pilihan kamu jika memang bentuk fisik ideal adalah keinginan kamu, lakukanlah yang terbaik. Tetapi jika kamu bangga dengan tubuh kamu yang sekarang, kenapa nggak? Tetapi ingat, kesehatan dari aktifitas fisik juga penting.

Utamakan kesehatan kamu

Kamu memiliki gangguan kesehatan yang mewajibkan kamu konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang? Kenapa harus menghindar? Kamu harus melihat benefit jangka panjang dari terapi pengobatan yang kamu jalani, jangan mau dikalahkan berita-berita hoax yang beredar sehingga kamu menghindari pengobatan medis dan malah merusak kesehatan kamu. Jika kamu sakit, segeralah berobat jangan menunda-nunda karena kamu merasa masih kuat, membentuk pikiran bahwa tubuh kamu masih kuat memang baik, tetapi kamu harus tahu kapan harus menyerah dan memulai mendatangi layanan dan berobat untuk kesehatan kamu. Atau jika kamu memiliki kebiasaan yang merusak kesehatan, jangan membohongi diri dengan alasan mengurangi kebiasaan tersebut, segeralah berhenti dari kebiasaan buruk itu.

Kebutuhan fisik adalah asset kamu

Kalau kamu memang ingin terlihat lebih sehat, lebih baik, kenapa tidak kamu mulai dengan memilih kebutuhan yang terbaik untuk kamu, seperti makan makanan yang sehat dan tepat waktu, beristirahat yang cukup, membeli barang yang terbaik dan sesuai kebutuhan kamu. Jangan menomor-duakan diri kamu sendiri kalau berhubungan dengan kesehatan fisik dan jiwa kamu. Bukan kamu egois, tetapi kamu berhak mendapatkan yang terbaik, sehingga kamu juga dapat memberikan yang terbaik bagi kamu dan orang disekitar kamu.

Nah, apakah kamu sudah tahu harus berbuat apa untuk merawat diri kamu? Kamu nggak egois kok jika memang untuk kebutuhan kamu, jika kamu sehat, maka kamu bisa membantu banyak orang disekitar kamu. Sifat positif yang muncul dari kemampuan kamu dalam merawat diri juga mampu membuat orang-orang di sekitar kamu memiliki keinginan yang sama untuk memperbaiki dan merawat diri lebih baik lagi.

 

Penulis - Apriono Nurdu