info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Banyak faktor penyebab hepatotoksisitas pada terapi HIV

12 Agustus 2019, 148 kali dilihat Berita

Ada beberapa prediktor hepatotoksisitas terkait terapi antiretroviral (ART) pada pasien dengan infeksi HIV. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian pada lebih dari 8000 pasien.

Peneliti bersama Dr. Raymond T. Chung mengatakan pada Reuters Health “selain tes fungsi hati yang tinggi, faktor lain seperti infeksi virus hepatitis C yang kronis, peningkatan pada kreatinin dalam darah, dan penggunaan obat berpotensi hepatotoksik misalnya antijamur atau anti-TB dapat meningkatkan kemungkinan terjadi hepatotokisitas berat setelah mulai ART.”

Dr. Chung dari Massachusetts General Hospital, Boston, AS dan rekan menemukan bahwa 9,3 persen dari 8.851 pasien mengembangkan hepatotoksisitas berat setelah 12 bulan pertama penggunaan ART. Penemuan ini diterbitkan pada Journal of Acquired Syndrome edisi 1 November 2006.

Selain beberapa risiko yang sudah diketahui termasuk enzim hati yang meningkat dan unsur antiretroviral tertentu misalnya nevirapine, para peneliti juga menemukan faktor risiko terhadap hepatotoksisitas yang sebelumnya tidak diketahui. Faktor risiko ini termasuk trombositopenia dan kekurangan fungsi ginjal. Sebagai tambahan, para peneliti menemukan infeksi virus hepatitis C, meningkatkan risiko lebih dari dua kali lipat (odds ratio 2,7).

“Sementara kebanyakan rejimen yang dianalisis pada penelitian besar ini tidak lagi digunakan di negara maju,” Dr. Chung melanjutkan, “rejimen ini tetap digunakan di rangkaian sumber daya terbatas.”

Dr. Chung menyimpulkan, “Pada rangkaian ini, adalah masuk akal untuk memantau tes fungsi hati secara berkala pada pasien yang mempunyai faktor risiko sebelumnya.”

Ringkasan: Many Factors Cause Hepatotoxicity in HIV Therapy

Sumber: J Acquir Immune Defic Syndr 2006;43:320-323.