info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kematian Terkait Metadon Menggarisbawahi Kebutuhan Menakar secara Hati-Hati

16 Februari 2019, 42 kali dilihat Berita

Food and Drug Administration (Badan Pengawasan Makanan dan Obat/FDA) di AS mengingatkan para profesional layanan kesehatan mengenai laporan tentang tekanan pernapasan dan aritmia jantung yang mematikan atau mengancam jiwa pada pasien yang baru mulai menerima metadon oral untuk mengendalikan nyeri dan mereka yang diarahkan pada obat tersebut setelah menerima narkotik berat lain.

Kasus tersebut mungkin terkait dengan overdosis secara tidak sengaja, interaksi obat dan toksisitas jantung terkait dengan metadon, misalnya ‘QT prolongation’ dan ‘torsades de pointes’. Hal ini menurut peringatan yang disebarkan kemarin dari MedWatch, program informasi keamanan dan laporan efek buruk FDA.

FDA mencatat bahwa terapi metadon adalah rumit dan harus dipakai hanya pada pasien dengan nyeri menengah atau berat yang tidak diringankan oleh unsur nonnarkotik lain. Walau penguraian sistemik metadon dapat membutuhkan sampai 59 jam, efek analgesik hanya dirasakan selama 4-8 jam.

Takaran atau frekuensi dosis metadon yang ditingkatkan atau pemberian bersamaan dengan unsur lain tertentu (mis. opioid lain, fenotiazin, ‘tranquilizer’ lain, sedatif, hipnotik dan unsur lain yang menekankan susunan saraf pusat mis. alkohol) dapat menghasilkan tingkat metadon yang toksik, dengan akibat pernapasan dilambatkan atau dangkal serta aritmia yang berpotensi gawat mungkin tidak terdeteksi oleh pasien.

Pengarahan pasien dari opioid lain yang dipakai secara kronis kepada metadon membutuhkan perhatian karena ketidaktentuan rasio penggantian takaran dan toleransi silang yang tidak lengkap. Walau kemanjuran dan lamanya tindakan analgesik serupa untuk dosis tunggal metadon dan morfin, kemanjuran morfin semakin meningkat dengan dosis berulang-ulang, dengan akibat rasio konversi dalam banyak tabel equianalgesik yang umumnya dipakai tidak berlaku.

Pasien yang menerima metadon harus dikonseling untuk memakai obat persis sesuai dengan resep. Perubahan dalam rejimen obat lain atau suplemen makanan bersamaan tidak boleh dilakukan kecuali setelah dibahas dengan dokter.

Para profesi layanan kesehatan juga harus mendidik pasien mengenai tanda overdosis metadon dan kebutuhan untuk segera mencari bantuan kesehatan untuk gejala seperti sesak napas atau napas dangkal; rasa lelah atau kantuk yang berlebihan; penglihatan kabur; sulit berpikir, bicara atau jalan kaki secara normal; dan rasa ingin pingsan, pusing atau kebingungan.

Ringkasan: Methadone-Related Fatalities Underscore Need for Careful Dosing