info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

Kepatuhan sempurna tidak dibutuhkan untuk terapi NNRTI

02 Maret 2021, 218 kali dilihat Berita

Penekanan tingkat HIV dapat dicapai dengan tingkat kepatuhan terhadap terapi NNRTI(nonnucleoside reverse-transcriptase inhibitor) di bawah 60 persen, berdasarkan laporan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases edisi Oktober 2006.

Penulis penelitian ini, Dr. David R.Bangsberg dari Universitas California di San Fransisco mengatakan kepada Reuters Health bahwa kepatuhan yang sempurna terhadap terapi NNRTI memang merupakan yang ideal tetapi mungkin tidak benar-benar diperlukan.

Penelitian yang dilakukan pada 2001 menetapkan ambang batas kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ART) setinggi 95 persen untuk mencapai penekanan HIV yang cukup. Saat itu terapi terbaik yang tersedia untuk menekan pertumbuhan HIV adalah rejimen berbasis protease inhibitor (PI) yang tidak di-boost. Sejak saat itu, obat yang lebih manjur terus dikembangkan, termasuk unsur NNRTI.

Dr. Bangsberg dan rekan mengenal 330 pasien Odha dalam kelompok REACH (Research on Access to Care in the Homeless). Kira-kira setengah dari kelompok ini menggunakan terapi PI dan sisanya menggunakan terapi NNRTI.

Para peneliti menggunakan hitungan pil secara tiba-tiba serta alat pemantau penggunaan obat untuk menilai kepatuhan terhadap pengobatan.

Kepatuhan terhadap ART rata-rata adalah 70 persen. Pada pasien pengguna NNRTI, viral load ditekan menjadi kurang dari 400 dengan tingkat kepatuhan berkisar antara 54 sampai 100 persen. Sebaliknya, pasien pengguna PI membutuhkan kepatuhan antara 95 sampai 100 persen untuk mencapai penekanan yang sama.

“Pengobatan terhadap infeksi HIV sudah berubah sejak 2001 ketika ambang batas kepatuhan ditetapkan,” dikatakan Dr. Bangsberg kepada Reuters Health. “Data ini menunjukkan bahwa batasan kepatuhan yang lebih rendah dapat mencapai penekanan virus.”

Akan tetapi Dr. Bangsberg menambahkan, “Semakin patuh itu semakin baik…kepatuhan yang sempurna adalah yang terbaik, tetapi pasien harus diberi tahu agar berusaha semampunya untuk mencapai sesempurna mungkin.

Dr. Bangsberg menyimpulkan, “Pesan penting untuk para dokter adalah bahwa pasien yang cenderung tidak patuh, misalnya pasien dengan masalah kejiwaan atau tunawisma, tetap dapat bertahan dengan baik.”

Ringkasan: Perfect Adherence to NNRTI Therapy Not Necessary for HIV Suppression

Sumber: Clin Infect Dis 2006;43:939-941