info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Blog

HSV-2 yang kambuh dan keluar di mulut lebih umum terjadi pada laki-laki HIV-positif

16 Februari 2019, 56 kali dilihat Berita

Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) adalah penyebab umum herpes kelamin dan HSV-1 biasanya terkait dengan luka herpes (cold sores) di sekitar mulut, tetapi kedua virus tersebut dapat mengakibatkan infeksi pada kedua tempat.

Sebagaimana dilaporkan dalam Journal of Infectious Diseases terbitan 15 Agustus 2006, para peneliti dari Universitas Washington di Seattle, AS, melakukan penelitian ini untuk menggambarkan pengeluaran HSV-2 melalui mulut, dubur dan kelamin di antara 59 laki-laki HIV-positif dan 50 laki-laki HIV-negatif. Kira-kira setengah dari laki-laki HIV-positif pengguna terapi antiretroviral (ART). Para peserta mengumpulkan olesan dari mulut, kelamin dan dubur setiap hari selama paling sedikit 30 hari (rata-rata 64) berturut-turut dan HSV-2 diukur menggunakan alat PCR.

Hasil:

Kesimpulan

Penulis menyimpulkan, “HSV-2 yang aktif kembali dari mulut umum terjadi khususnya di antara laki-laki HIV-positif. Reaktivasi ini selalu bergejala dan sering muncul pada hari HSV-2 di kelamin aktif kembali.”

Dalam diskusinya, para peneliti mencatat bahwa pengeluaran HSV-2 dari mulut “lebih sering terjadi dibandingkan yang digambarkan pada penelitian sebelumnya yang mengunakan viral isolation.” Frekuensi hari pengeluaran HSV-2 dari mulut (2,3 persen) kurang lebih setengah dari pengeluaran HSV-1 dari mulut (5,5 persen). Pengeluaran HSV-2 pada mulut yang terdeteksi cenderung lebih sedikit jumlahnya apabila dibandingkan dengan HSV-1 pada mulut, ataupun HSV-1 dan HSV-2 dari kelamin.

Untuk menjelaskan temuan bahwa laki-laki HIV-positif mengeluarkan HSV-2 dari mulut lebih sering dari laki-laki HIV-negatif, para peneliti berpendapat bahwa, “kerusakan fungsi kekebalan dapat meningkatkan frekuensi reaktivasi HSV-2 pada mulut.” Namun mereka juga menambahkan “pengunaan ART tidak mempengaruhi frekuensi pengeluaran HSV-2 dari mulut laki-laki HIV-positif. Hal ini serupa dengan laporan yang telah disampaikan sebelumnya tentang pasien yang mengalami infeksi HSV-2 pada kelamin.

Hubungan antara viral load HSV dengan risiko penularan herpes melalui hubungan seks belum ditetapkan. Namun penulis menuliskan bahwa “penelitian seroepidemiologi menunjukkan bahwa HSV-2 didapatkan setelah hubungan seks, hal ini diartikan bahwa penularan HSV-2 mungkin lebih efisien melalui hubungan seks. Lebih penting lagi, hasil penelitian kami mendukung anggapan bahwa antibodi HSV-2 pada orang yang tidak memiliki riwayat herpes kelamin paling mungkin berarti adanya HSV-2 kelamin. Hal ini karena kebanyakan peserta itu mempunyai HSV-2 yang terdeteksi pada sekitar kelamin dan hanya sedikit mempunyai HSV-2 pada mulut apabila HSV-2 tidak terdeteksi pada kelaminnya.”

Para peneliti mencatat bahwa data ini “memastikan adanya perbedaan tropisme anatomik di antara HSV-1 dan HSV-2” tetapi “juga memberi kesan bahwa infeksi HSV-2 di mulut barangkali lebih umum daripada perkiraan sebelumnya.”

“Dengan ketersediaan alat tes khusus tipe, dokter dan konselor perlu menyampaikan pesan yang lebih khusus tentang asal usul dari kedua virus ini,” penulis menyarankan. “Secara khusus, pasien yang terinfeksi HSV-2 harus diberi tahu bahwa HSV-2 di mulut dapat aktif kembali, terutama pasien koinfeksi HIV.”

Ringkasan: Reactivation and Oral Shedding of Herpes Simplex Virus Type 2 More Common among HIV Positive Men

Sumber: H N Kim, A Meier, M-L Huang, and others. Oral Herpes Simplex Virus Type 2 Reactivation in HIV-Positive and -Negative Men. Journal of Infectious Diseases 194(4): 420-427. August 15, 2006